Sabtu, 17 September 2016

pengertian diskusi bentuk unsur dan tekniknya

Pengertian Diskusi, Bentuk, Unsur dan Tekniknya

Musyawarah atau diskusi merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk menyelesaikan sebuah permasalahan atau sebuah perbedaan pendapat. Musyawarah dilakukan untuk mencapai kata mufakat atau sebuah kesepakatan. Dalam diskusi, penggunaan bahasa yang tepat sangat diperlukan. Jika tidak, kesalah pamahaman dalam komunikasi justru akan menjadikan pertentangan. Bagaimanakah penggunaan bahasa yang baik dalam sebuah diskusi? Bagaimana kiat-kiatnya?

A.    Pengertian Diskusi

Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Sebuah perbedaan pendapat bisa disatukan melalui jalan diskusi. Dalam hidup bersama. kita tidak terlepas dari kegiatan musyawarah atau diskusi. Musyawarah dilakukan, jika ada sesuatu permasalahan yang perlu dibahas dan diselesaikan secara bersama-sama.    ‘

Diskusi berasal dari bahasa Latin yaitu 'discatere' yang berarti membeberkan masalah. Sesuai dengan hakikatnya, diskusi merupakan suatu proses berfikir bersama untuk memahami suatu masalah dan menemukan sebabnya serta mencari pemecahannya.

Adapun tujuan diskusi antara lain sebagai berikut:
1.    untuk menumbuhkembangkan tradisi intelektual,
2.    mengambil keputusan dan kesimpulan,
3.    menyamakan persepsi dan visi,
4.    menghidupkan kepedulian dan kepekaan serta menjadi sarana komunikasi dan konsultasi.

B.    Bentuk-Bentuk Diskusi

Terdapat beragam diskusi antara lain: diskusi kelompok, diskusi pleno, diskusi panel, diskusi debat, diskusi fak, diskusi podium, kongres, simposium, seminar, konferensi, lokakarya, forum diskusi, dan diskusi kasualis.

1.    Diskusi kelompok
Diskusi ini mengacu pada terbatasnya jumlah peserta. Diskusi kelompok dapat terlaksana secara formal dan nonformal. Kelompok dapat terbentuk dari persamaan profesi, status, usia atau jenis kelamin.

2.    Diskusi Pleno
Dalam diskusi ini, kelompok-kelompok berkumpul untuk melaporkan basil diskusi dalam kelompoknya. Diskusi ini tindak lanjut dari diskusi kelompok.

3.    Diskusi Panel
Diskusi jenis ini didahului dengan penyampaian uraian/pembahasan.

4.    Debat
Debat merupakan pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu pokok masalah. Tiap peserta memberikan alasan untuk mempertahankan pendapatnya.

5.    Diskusi Fak
Diskusi ini bertujuan untuk mengolah suatu bahan secara bersama-sama di bawah bimbingan seorang ahli. Diskusi fak merupakan suatu proses saling bertukar pikiran dan pendapat untuk mencapai suatu pengetahuan yang lebih tinggi.

6.    Diskusi Podium
Dalam diskusi ini, wakil dari tiap kelompok menjelaskan masalah yang ada secara terbuka.

7.    Kongres
Konggres merupakan pertemuan para wakil organisasi (politik, sosial, dan profesi) untuk berpikir bersama dalam mengambil suatu keputusan.

8.    Simposium
Simposium adalah pertemuan yang diselenggarakan untuk membahas prasaran- prasaran dari beberapa ahli mengenai pokok persoalan tertentu.

9.    Seminar
Dalam seminar, para ahli menyampaikan pembahasan masalah. Peserta berperan serta dengan menyampaikan pertanyaan, ulasan, maupun pembahasan sehingga pengkajian masalah menjadi lebih mendalam.

10.    Konferensi
Pertemuan sejumlah orang dengan tujuan berpikir bersama untuk mencapai suatu keputusan. Peserta konferensi mempunyai latar belakang dan minat yang sama.

11.    Lokakarya
Lokarya atau sanggar kerja merupakan pertemuan untuk membahas suatu masalah sesuai dengan profesi masing-masing.

12.    Forum Diskusi
Forum diskusi merupakan kombinasi beberapa bentuk dialog. Forum diskusi memiliki kadar demokrasi yang tinggi.

13.    Diskusi Kasualis
Diskusi kasualis adalah penelitian bersama atas satu masalah konkret atau situasi konkret yang mengandung berbagai kemungkinan jalan keluar. Diskusi ini bertujuan untuk mencani jalan keluar yang cepat.

C. Unsur-unsur diskusi

Agar sebuah diskusi dapat berjalan dengan lancar, diperlukan komponen-komponen atau unsur-unsur di dalamnya, yang mempunyai tugas dan wewenang masing-masing. Unsur-unsur diskusi meliputi ketua, sekretaris, notulis, peserta, pembicara, dan pengamat. Setiap unsur diskusi mempunyai tugas yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya.

1.    Ketua Diskusi
Ketua/pemandu diskusi mempunyai tugas, antara lain membuat persiapan diskusi, membuka diskusi, mengemukakan tujuan diskusi, menempatkan dan mengatur waktu diskusi, mengatur pertukaran pendapat, menjaga agar menjaga minat peserta tetap besar, dan menjaga agar diskusi terus berjalan.

2.    Sekretaris/Notulis
Bertugas untuk mencatat proses berlangsungnya diskusi, membantu kelancaran diskusi, dan bersama ketua menyimpulkan hasil diskusi.

3.    Anggota/Peserta
Bertugas untuk aktif mengikuti diskusi, menjaga kelancaran diskusi, dan tertib selama diskusi berjalan.

4.    Pembicara/Panelis
Berfungsi sebagai nara sumber/penceramah/pemrasaran.

5.    Pengamat/Peninjau
Berperan sebagai pendengar/penyeimbang dalam diskusi.

D. Persiapan Diskusi

Berikut ini hal-hal yang perlu disiapkan sebelum melakukan diskusi.

1.    Persiapan Bahan
Persiapan bahan meliputi pembatasan tujuan, pembatasan pokok-pokok diskusi, dan penyiapan prosedur diskusi. Hal ini dimaksudkan agar diskusi berjalan tertib dan terarah. Bahan yang diambil hendaknya menarik peserta diskusi dan merupakan persoalan yang aktual.

2.    Persiapan Personal
Sejak awal, kita harus memastikan peserta diskusi yang akan diundang, termasuk ahli jika diperlukan. Menurut Hendrikus dalam Retorika (1991:100), sebuah kelompok diskusi yang ideal memiliki anggota 8-12 orang.

3.    Persiapan Ruangan
Dalam mempersiapkan ruangan, perlu diperhatikan aspek estetis, fungsi dan cara duduk. Aspek ini sangat menentukan proses diskusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar