Sabtu, 17 September 2016

pengertian metode diskusi

A. Pengertian Metode Diskusi

Diskusi adalah aktivitas dari sekelompok siswa, berbicara saling bertukar informasi maupun pendapat tentang sebuah topik atau masalah, dimana setiap anak ingin mencari jawaban / penyelesaian problem dari segala segi dan kemungkinan yang ada. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan : 1994).
 
Menurut Hasibun dalam bukunya Proses Belajar Mengajar (2006:10) mengatakan bahwa diskusi merupakan proses penglihatan dua atau lebih individu yang berinteraksi secara verbal dan saling berhadapan muka mengenai tujuan atau sasaran yang sudah tertentu melalui cara menukar informasi, mempertahankan pendapat atau pemecahan masalah.
 
Metode diskusi adalah cara penyajian pembelajaran, di mana siswa-siswa dihadapkan kepada suatu masalah, yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama. (Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain : 2006).
Baca juga : Penerapan Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving Method)

B. Kelebihan dan kekurangan metode diskusi

Dalam suatu metode umumnya ada kelebihan dan kekurangannya. Lalu apa saja kelebihan dan kekurangan metode diskusi ini?
 

1. Kelebihan metode diskusi

a. Dapat merangsang kreativitas siswa dalam bentuk ide, gagasan prakarsa, dan terobosan baru dalam pemecahan suatu masalah.
b. Dapat mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain.
c. Mampu memperluas wawasan
d. Membina untuk terbiasa musyawarah untuk memperkuat dalam memecahkan masalah
 

2. Kekurangan metode diskusi

a. Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar
b. Pembicaraan terkadang menyimpang, sehingga memerlukan waktu yang panjang
c. Mungkin dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara atau ingin menonjolkan diri

Baca juga :
7 Faktor yang Mempengaruhi Dalam Pemilihan Metode Pembelajaran
Dan untuk meminimalisir kekurangan metode ini, maka guru atau siswa sebagai pemimpin diskusi mempunyai peranan sebagai berikut:
 

1. Sebagai penunjuk jalan

Sebagai pemimpin atas jalannya diskusi maka pemimpin dapat memberikan pengarahan kepada anggota tentang masalah yang akan didiskusikan (ruang lingkup diskusi). Sehingga dengan demikian tidak timbul pertanyaan-pertanyaan yang menyimpang.
 

2. Sebagai pengatur lalu lintas

Selain sebagai petunjuk jalan, guru atau siswa yang menjadi pemimpin diskusi, juga bertugas sebagai pengatur lalu lintas diskusi:
 
a. Dengan jalan mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada anggota kelompok tertentu.
b. Menjaga agar anggota berbicara menurut giliran (tidak serentak).
c. Menjaga agar diskusi tidak dikuasi oleh orang-orang tertentu yang gemar berbicara.
d. Membuka kesempatan kepada orang-orang tertentu (pemalu) untuk mengungkapkan pendapatnya.
e. Mengatur pembicaraan agar didengar oleh semua anggota.
 

3. Sebagai dinding penangkis

Selain itu, pemimpin diskusi juga mempunyai tugas sebagai penangkis. Maksudnya adalah pemimpin bertugas sebagai penerima pertanyaan-pertanyaan dari anggota kemudian melemparkannya kembali kepada anggota. Jangan sampai terjadi tanya jawab antar kelompok kecil saja. Usahakan seluruh anggota kelompok aktif berpartisipasi.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar